Saya dipanggil Koko !!
Seperti judul postingan saya diatas, sedikit heran kenapa saya bisa dipanggil “koko”, yups seperti yang sobat blogger ketahui bahwa “koko” adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih tua dari kita, sama seperti panggilan “abang” kalo di daerah jakarta, “uda” kalo di padang dan “kakak” kalo di palembang. Panggilan “Koko” itu untuk sebutan bagi keturunan Tiong Hoa atau orang chinesee.
Kejadian saya dipanggil koko bermula ketika saya pindah kost baru di daerah segaran kota palembang, memang daerah ini terkenal banyak penduduk chinesee nya, di kostan baru saya ini sedikit berbeda dengan kost-kostan saya sebelumnya, tempatnya bagus dan harganya pun terjangkau, sekitar Rp. 350 ribu per bulannya, harga yang tidak terlalu mahal untuk kostan di tengah kota besar, yang membuat saya betah disini adalah fasilitas dan layanan yang disajikan, seperti kipas angin, lemari pakian, dan ranjang tidur sedangkan untuk layanannya, cuci pakaian gratis, kamar disapu dan dibersikan setiap harinya oleh pembantu serta pergantian sprei tiap 10 harinya.
Melihat layanan itu beban anak kost pun berkurang, dulu saya harus menyisikan waktu di tiap minggu untuk mencuci pakian sendiri, dan sekarang udah ada yang nyuciin, hehhe. lanjut ke cerita selanjutnya, waktu itu malam hari, saya dan teman saya keluar sebentar untuk cari makan, kebetulan di daerah tempat saya kost kalo malam ada warung tenda yang menjual berbagai macam makanan, seperti mie goreng, nasi uduk yang dibungkus, kue-kuean dan jajanan tradisional, harganya pun terjangkau, jadilah saya dan teman saya makan malam disana.
jadi ketika selesai makan, kami pun menanyakan harga dari makanan yang kami pesan tadi. karena teman saya ini memang orang keturunan chinesse, jadi usai makan ketika menanyakan berapa harganya, dia jawab “5 ribu aja ko”.
Saya sih tidak heran dengan sebutan ko, karena pikir saya dia memanggil sebutan itu, untuk teman saya tadi. tetapi hari-hari berikutnya, saya makan lagi diwarung itu, nah kali ini saya sendrian, tidak ditemani sama teman saya tadi, karena saya cuma bungkus mie goreng saja jadi gak terlalu lama di warung itu, dialog pun dmulai
Saya : “Kak pesan mie goreng ya, dibungkus, satu aja”?
penjual : “pakai telur gak?”
Saya : “nggak”
dan diapun mulai menyiapkan pesanan saya, pada saat itu saya duduk menunggu sambil termenung, gak tau mikirin apa, tiba-tiba ada suara
penjual : “mienya pake cabe gak ko?”
(saya: diam sambil termenung seolah-0lah gak ada yang manggil )
penjual : “mienya pake cabe gak ko?” (suara agak keras)
hingga ketiga kalinya dia sedikit kesal dan menanyakan itu kembali “Mienya pake cabe nggak ko?”
tiba-tiba saya sadar dari lamunan, merasa kalo sipenjual sedang tanya saya, soalnya wajahnya melihat saya, saya kaget karena dia tadi bilang kata2 ko dipertanyaannya, jadinya saya heran, ini orang manggil saya atau nggak. tanpa pikir panjang saya jawab
“oh nggak, nggak pake cabe”
rupanya yang dari tadi dia tanyain, ternyata nanyain saya, saya sedikit heran, kenapa dipanggil koko, saya kan bukan keturunan chinesee, sambil senyum2 pulang kerumah mikirin lagi, mungkin karena saya ada dilingkungan orang chinesse, jadi ada yang anggap saya ini orang chinesee, tapi kok serasa aneh, perasaan saya gak mirip ma orang chinese sama sekali, kulit saya kan hitam gak ada mirip2 nya. gimana klo menurut sobat blogger ?


















