Archive for the ‘Kuliner’ Category

Daging Menumpuk, Selera pun Memuncak

Bicara soal puncak memuncak, kali ini saya baru terasa puncaknya kenikmatan (hus… ngomong apa sih).. hehe.. maksudnya kenikmatan akan rezeki yang diberikan Tuhan pada saya sangat terasa di hari raya Idul Adha kemarin.

Saya yang berencana akan pulang mudik ke kampung halaman dengan mengambil cuti tahunan dari kantor, jadi tepat tanggal 7 desember 2008 atau (H-1) saya lepas landas dari palembang menuju provinsi jambi tempat saya dilahirkan, (lepas landas naik bis bukannya naik pesawat heheh).

Sesampai di kampung halaman, saya disambut hangat oleh keluarga saya, ada ayah, ibu, kedua saudara perempuan saya (the sister) dan adik laki-laki saya, mereka sudah menunggu sejak pukul 10 malam diloket pemberhentian bis tadi. Alasan kuat kenapa saya ingin pulang mudik ialah tidak lain karena ingin merasakan lagi masakan ibu saya yang berbahan dasar daging.

Karena lebaran Haji adalah lebaran qurban, diamana umat islam merayakan dengan mengurbankan hewan qurban dan dibagikan kepada masyarakat sepertinya ini adalah saat tepat untuk turut merayakan bersama keluarga tercinta.

Lontong, yups makanan itu yang telah memicu saya untuk pulang mudik dan menyantapnya, secara sudah 1 tahun eh salah udah 3 bulan gak nyicipin lontong buatan ibu saya, (kemarin udah pas hari raya idul fitri, hehe) nah selain lontong adalah masakan lain yang saya idam-idamkan ialah Sup Wortel buatan Ibu.

Sup wortel ini adalah masakan yang saya gemari, sebab ibu saya menyuguhkan sup wortel dikarenakan saya tiap hari selalu berhadapan dengan komputer dan untuk mencegah mata ini dari keminusan, itu sebabnya ibu saya menyuruh saya untuk rajin mengkonsumsi wortel. Sampai-sampai kemarin dibuat jus wortel buat saya, karena selama di palembang saya jarang mengkonsumsi sayuran segar.

Keluarga saya berasal dari Padang, artinya ibu saya yang berdarah minang ini diwarisi kemampuan memasak yang super lezat, seperti yang anda ketahui kalau masakan khas padang pasti sangat mengugah selera namun tetap dengan ciri khasnya selalu menyajikan masakan super pedas.

Nah berhubung hari raya qurban dan kebetulan keluarga kami banyak memperoleh daging kurban, jadilah ibuku mengeluarkan jurus jitunya dalam megolah makanan yang berbahan dasar daging, sebut saja : Rendang, Dendeng Balado, ada juga namanya Gulai Baga, trus ada Sate padang. Semua makanan itu dibuat ibu saya untuk merayakan momen idul adha ini.

Selera makan saya makin hari makin bertambah, secara masakan yang disajikan enakkkk banget, itung itung sekalian perbaikkan gizi maklum anak kost makannya gak beraturan hehe. Hari pertama ibu saya menghidangkan Rendang, Sup Wortel, Longtong sayur dengan Gulai Nangka dan kacang panjang plus ayam cincang, Pempek ( ini saya bawa dari Palembang ),
Lalu dihari kedua ibu saya menghidangkan kembali Dendeng Balado, Gulai Baga, Sop Daging dan Sate Padang. wah. wah. wah.. baru 3 hari dirumah badan saya serasa naik… (semoga aja nggak)

Tetapi dihari kedua ini saya tidak bisa terus menuruti selera saya pasalnya saya mengalami panas dalam karena kebanyakan makan makanan pedas dihari pertama, saya merasa aneh dulu sebelum saya jadi anak kost rasanya tubuh ini anteng anteng aja kalau makan makanan pedas, namun sekarang serasa mudah goyah. Cepat sakitnya, badan juga serasa sakit sakit dan mata selalu mengantuk jika dihari siang. Hmm… saya merasa aneh,.. kira-kira kenapa ya..? ada yg tau gak?

Nah berikut visualisasi aja tentang makanan yang saya ceritakan diatas, sumber dapat diklik di label gambar, selamat menikmati ^_^ :

Tradisi Sungkeman hingga Ketupat Sayur di Hari Raya

Yups, Lebaran tinggal menghitung hari, puasa pun tinggal beberapa hari lagi… sebelum saya mudik besok, sebelum sms ucapan hari raya bertebaran..

“Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Nah berhubung dan berhubung hari lebaran sebentar lagi, kali ini saya mau cerita soal tradisi sungkeman dan makanan yang paling melegenda di saat hari raya, tidak lain itu adalah Ketupat Sayur.. mmm….. jadi gak sabar menunggu hari itu tiba.

Biasanya kalo hari lebaran, kita pasti tidak lepas dari tradisi yang namanya “Sungkeman”, sungkeman adalah tradisi saling maaf memafkan di dalam keluargam, biasanya kedua orang tua kita duduk di kursi secara bersanding.. lalu kita berlutut dihadapan kedua orangtua sambil menciumi tangan orang tua kita, seraya mengucapkan permohonan maaf atas segala perbuatan yang menyakitkan hati orang tua. Kalo dikeluarga saya tradisi ini sangat rutin dilakukan, mengingat dikeluarga kami sudah dipupuk sedari dulu untuk bisa saling memaafkan satu sama lain, terlebih lagi kepada orang tua sendiri..

Baisanya tradisi ini dilakukan setelah selesai menunaikan sholat hari raya idul fitri atau yang akrab disebut dengan “Sholat Ied”. Setelah tradisi sungkeman dilaksanakan biasnaya kami sekeluarga langsung pergi ke rumah nenek sebagai tempat persingahan paling pertama di hari lebaran. di hari pertama Lebaran memang kami sekeluarga memorsikan untuk keluarga sepenuhnya, jadi dari pagi hingga petang kami berkunjung kerumah-rumah sanak famili dan bersilaturahmi.

Nah dihari ke-2 biasanya keluarga kami baru menggelar yang namanya “Open House”, jadi seluruh keluarga pada datang mengunjungi kami, karena ibu saya adalah anak pertama dikeluarganya jadi adik-adik nya ibu saya pada datang kerumah. Mereka tidak akan pernah lupa ciri khas keluarga kami yang menyajikan Makanan yaitu “Ketupat Sayur”.. nah kalau dirumah kami menyebutnya “Lontong” secara saya keturunan dari daerah minang jadi sebutan itu la yang tepat untuk makanan yang satu ini.

Lontong atau Ketupat adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus sama daun kelapa berbentuk segiempat, jadi kalo dulu belajar matematika saya sudah sangat kenal dengan salah satu bentuk dasar yang satu ini. Bentuknya hampir mirip dengan jajar genjang tapi dia tidak miring, dia lurus dan terbentuk dari 4 sisi.. nah biasanya beras ditakar sedemikian rupa lalu dimasukkan kedalam wadah ketupat. lalu direbus hingga beras memenuhi wadah dan sedikit keras.

Ada 3 versi dari pembuatan lontong :

1. Lontong dari daun Kelapa,
2. Lontong dari daun pisang,
3. Lontong dari Kantong plastik.

Dari ketiga jenis lontong ini memiliki ciri khas rasa yang berbeda-beda, kalau lontong dari daun kelapa rasanya lebih gurih dibandingkan lontong versi lain, karena daun kelapa menjadikan beras lebih masak dengan matang, hal ini karena bentuk wadahnya yang masih menyisakan ruang-ruang udara, sehingga ketika direbus, air rebusan bebas masuk kedalam dan memasak beras hingga matang. Hasilnya biasanya lontong berwarna sedikit kecoklatan. Hal ini pula yang membuat keluarga kami tetap memrioritaskan lontong untuk hari raya adalah lontong dari daun kelapa.

Nah kalo lontong dari daun pisang, biasanya hasil lontong berwarna ke hijau-hijauan ini karena zat hijau daun pisang yang ikut terebus membuat beras yang tadinya putih menjadi sedikit hijau, biasanya lontong ini rasanya sedikit manis ketimbang dari versi yang lain, pada umumnya pengguna lontong ini adalah untuk campuran sate madura atau gado-gado. Bentuknya biasnya memanjang seperti Pempek lenjer namun dia berlapiskan daun pisang.

Dan yang terakhir Lontong plastik, lontong yang terbuat dari wadah kantong plastik , biasnya ibu saya sangat sulit sekali membuat lontong versi yang satu ini, karena sulit dalam penakaran beras dan kantong plastik yang sedikit bawel, ibusaya biasnaya menusuk-nusukan jarum di wadah pasltik tersebut agar air rebusan dapat masuk kedalam dan memasak berasnya. tapi hal ini tidak cukup optimal karena jika kebanyakan tusukannya maka akan menjadikan lontong lembek karena kebanyakan air..jadinya bukan lontong, malah jadinya bubur…

Nah sekian deh cerita saya soal sungkeman dan ketupat sayurnya…. sebelumnya saya ucapin lagi…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H..
Mohon Maaf Lahir dan Batin ..

Cendol Ijo dibulan Puasa

Hohoh… mendengar cendol ijo… emang maknyus…. secara bulan puasa gini, pasti demen yg namanya ES, soalnya selama kita puasa dari pagi hingga petang, menahan haus, lapar dan nafsu2 yang lain, pasti kalo tiba waktu BerBUKA, semuanya pada Balas Dendam.. hehhe

Sebelumnya saya mo ucapin dulu “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa” kepada temen2 semua yang menjalankannya, harusnya H-1 kemarin saya posting soal bulan Ramadhan, namun karena badan ini tidak bisa dikompromi jadilah hari pertama puasa ini saya postingnya.

Kenapa dengan badan saya, Yups saya sekarang sedang sakti, biasa sakit flu, pilek + batuk.. dikarenakan musim di palembang 1 minggu terakhir ini selalu diguyuri HUJAN… jadilah saiah yang kurang menjaga kesehatan dan harus memelihara virus influenza ini… (pokoknya aku harus cepat sembuh)

Kalo pada bulan puasa orang2 pada sibuk nyari makanan buat berbuka puasa, namun tidak dengan saia.. Saia harus menahan selera untuk makan yang manis dan dingin karena saia lagi Flu.,

Taukah kalian makan yg identik klo lagi bulan puasa, yups salah satunya adalah Es Cendol… saia jadi sedih karena saia cuma bisa bengong liat orang lian makan cendol, namun saia juga gak begitu sedih.. kenapa.. karena saia juga punya cendol ijo yang selalu mampir di hidung dan kerongkongan (ing*s) ehhehe jorox banget ya saia…

Namun itulah yang saia rasakan…kapan ya cendol ijo ini bakal berhenti.. and saia bisa menikmati cendol beneran.. ngomong2 soal cendol.. Es cendol merupakan penganan yang paling favorit di bulan puasa ini.

Es Cendol adalah es yang dibuat dari campuran santan, gula merah, es batu, dan cendol nya sendiri. biasanya cendol berwarna hijau, warna hijau didapat ketika proses pembuatannnya yang memakai daun pandan dan menjadikan cendol lebih lezat dan wangi.

di Daerah palembang cendol yang menurut saia sangat lezat, iyalah es cendol “Kabayan”, letaknya di jalan basuki rahmat. deket toko bongsai (aduh lupa namanya) pokokonya sebelum RM. Pagi Sore.. nah es cendol disana sangat enak, gula merahnya enak banget, harganya cukup murah yakni Rp.3000.. teman2 semua bisa menikmati cendol yang enak itu disaat buka puasa tiba..

Selain cendol banyak juga jenis makanan tradisional indonesia digandrungi para ibu-ibu, salah satunya kolang-kaling, menurut wikipedia Kolang-kaling adalah cemilan berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dengan rasa yang menyegarkan, dalam bahasa belanda yaitu glibbertjes, kolang-kaling merupakan biji pohon aren yang bentuknya pipih dan bergetah, pada proses pembuatannya biasanya dilakukan pembakaran terhadap buah aren sampai hangus, kemudian bijinya direbus selama beberapa jam. setelah direbus direndam dalam larutan air kapu selama beberapa hari sehingga terfermentasikan.

Oh ya kolang-kaling memiliki karbonhidrat yang cukup tinggi, sehingga membuat perut serasa kekenyangan, merupakan jenis makanan yang cocok dikonsumsi ketika mejalani program diet.

Pantes sehabis makan nasi trus minum es kolang-kaling, perut saia rasa mau pecah. and ujung-ujungnya gak jadi teraweh deh.. kekkee..

Selain Es Cendol dan Kolang-kaling, ada makanan satu lagi yg jadi ciri khasnya bulan puasa, yaitu Kolak, yups kolak juga menjadi makanan favorit dikeluarga saia jika bulan puasa tiba. bahan2 nya hampir sama seperti es cendol namun bedanya tidak diberi es dan biasnya dinikmati dalam keadaan hangat.

jenis-jenis kolak :

  • Kolak Pisang, pisang yang digunakan bermacam-macam sesuai selera anda masing-masing
  • Kolak Ubi, nah disini menggunakan ubi jalar, rasanya enak banget..
  • Kolak Ketan Durian
  • Kolak Biji salak, dan masih banyak lagi

Mm… emang buka puasa mejadi moment2 yang ditunggu-tunggu bagi setiap siapa saja yang sedang berpuasa, makanya moment ini digunakan orang sambil merayakan sesuatu, seperti meeting kerja, atau hanya sekedar silahturahmi…

Oh ya ada satu lagi yang berhubungan dengan bulan puasa, yaitu pasar beduk. Pasar Beduk adalah pasar yang hanya beroperasi pada bulan puasa, biasanya pasar ini menyajikan berbagai makanan untuk berbuka puasa. Pasar ini dibuka sekitar pukul 2 siang hingga waktu buka puasa tiba. Di daerah jambi tempat tinggal saya (namun saya sekarang dipalembang) hampir disetiap daerah mempunyai pasar beduk dan jika waktu menjelang buka tiba, pasar ini sangat ramai, layaknya pasar subuh di tiap paginya…

Hmmm… beraneka ragam makanan dan minuman asli dari indonesia, semuanya menggugah selera dan pastinya bikin semangat kita puasa…. soo.. tetep semangat ya puasanya…. jangan sampa bolong..