Archive for the ‘Religius’ Category

Pesona Masjid Al-Aqabah 1

Sebenarnya sih ini cerita pengalaman saya yang mungkin kalo orang lain udah pada tau, mereka pada bilang “wuu ketinggalan jaman lu” tapi buat saya sih tiada kata terlambat kalo mau salman (sharing pengalaman) di blog kita, hehehe

Yup bertepatan hari minggu tgl 10/01/10  yang lalu, saya dan beberapa teman saya pergi ke komplek perumahan PT. Pusri di palembang, disana emang komplek perumahan tapi beragam fasilitas tersedia disana, seperti masjid, taman dan air mancur, lalu ada sarana olahraga seperti lapangan tenis, badminton, basket dan beberapa mini garden yang membuat mata serasa sejuk dan nyaman.

suasana sangat terasa beda ketika kami berangkat dari kampus yang terletak ditengah kota besar dengan suasana panas terik matahari dan debu dimana, apalagi kami berangkat kesana siang hari, sekitar pukul 2 siang wuaaa….. panas banget :( (.

Sesampai disana, cuacanya malah terasa lebih teduh, sejuk dan asri, pokoknya enak banget deh disana, padang rumput nan hijau, kolam kecil dengan gemercik airnya, lalu ada pemandangan air mancurnya. wuiihh adeeemm rasanya. setelah rehat sejenak kami pun memulai tujuan kami kesana yakni untuk take action buat video clip guna tugas kuliah, jadi buat film deh.. hehehe

sebenarnya saya gak ada hubungannya dengan film itu tetapi, saya cuma figuran disana, itung-itung cuci mata dan menenangkan diri setelah seminggu penuh menghadapi kepenakan bekerja :D . usai take beberapa scene langsung deh bernarsis ria dan foto-foto bersama.. and this is the result :)

Anggun, saya, Ayu dan Novi

Abis take scene, kami makan batagor di batagor "teteh"

setelah foto, temen saya si anggun memang sering mengeluh, dia bilang kakinya gatal-gatal karena kebanyakan main di rumput, jadilah kami dan yang lain nemenin dia ke masjid yang ada disana, masjid itu bernama masjid Al-Aqabah 1, awalnya sih saya kira ini masjid biasa aja, tetapi waktu coba tempat wudhunya, gileee.. keren banget, airnya sejuk, bersih dan seger.

Walaupun badan serasa capek karena harus berpanas-panasan take scene untuk film, tetapi kok rasanya pada ilang semua tu pegel-pegel, padahal baru rehat sejenak di masjid itu, dan kebetulan kami juga berencana untuk sholat ashar disana.

Awal kaki saya mengijak pintu masjid itu sudah terasa kalo masjid ini sangat indah dan nyaman, ruangan masjdinya cukup besar, lantai nya keramik semua, dan ketika masuk terirup udara sejuk dan wangi, rupanya masjid ini pakai AC, pantesan dingin, AC nya buka AC Box, tapi AC menyeluruh kayak dimal-mal itu, wuiih keren banget nih masjid.

Walaupun sholat tanpa sajadah karena saya liat, sajadanya tidak disediakan tetapi lantai masjid sangat bersih, untuk saya bawa sweater tadi, jadi saya alas aja pake sweater saya dan mulai sholat secara khusyuk.

Usai sholat, take beberapa gambar lagi, berikut gambarnya :

Bagian depan, tempat kotbah dan imam

pintu samping masjid

Daging Menumpuk, Selera pun Memuncak

Bicara soal puncak memuncak, kali ini saya baru terasa puncaknya kenikmatan (hus… ngomong apa sih).. hehe.. maksudnya kenikmatan akan rezeki yang diberikan Tuhan pada saya sangat terasa di hari raya Idul Adha kemarin.

Saya yang berencana akan pulang mudik ke kampung halaman dengan mengambil cuti tahunan dari kantor, jadi tepat tanggal 7 desember 2008 atau (H-1) saya lepas landas dari palembang menuju provinsi jambi tempat saya dilahirkan, (lepas landas naik bis bukannya naik pesawat heheh).

Sesampai di kampung halaman, saya disambut hangat oleh keluarga saya, ada ayah, ibu, kedua saudara perempuan saya (the sister) dan adik laki-laki saya, mereka sudah menunggu sejak pukul 10 malam diloket pemberhentian bis tadi. Alasan kuat kenapa saya ingin pulang mudik ialah tidak lain karena ingin merasakan lagi masakan ibu saya yang berbahan dasar daging.

Karena lebaran Haji adalah lebaran qurban, diamana umat islam merayakan dengan mengurbankan hewan qurban dan dibagikan kepada masyarakat sepertinya ini adalah saat tepat untuk turut merayakan bersama keluarga tercinta.

Lontong, yups makanan itu yang telah memicu saya untuk pulang mudik dan menyantapnya, secara sudah 1 tahun eh salah udah 3 bulan gak nyicipin lontong buatan ibu saya, (kemarin udah pas hari raya idul fitri, hehe) nah selain lontong adalah masakan lain yang saya idam-idamkan ialah Sup Wortel buatan Ibu.

Sup wortel ini adalah masakan yang saya gemari, sebab ibu saya menyuguhkan sup wortel dikarenakan saya tiap hari selalu berhadapan dengan komputer dan untuk mencegah mata ini dari keminusan, itu sebabnya ibu saya menyuruh saya untuk rajin mengkonsumsi wortel. Sampai-sampai kemarin dibuat jus wortel buat saya, karena selama di palembang saya jarang mengkonsumsi sayuran segar.

Keluarga saya berasal dari Padang, artinya ibu saya yang berdarah minang ini diwarisi kemampuan memasak yang super lezat, seperti yang anda ketahui kalau masakan khas padang pasti sangat mengugah selera namun tetap dengan ciri khasnya selalu menyajikan masakan super pedas.

Nah berhubung hari raya qurban dan kebetulan keluarga kami banyak memperoleh daging kurban, jadilah ibuku mengeluarkan jurus jitunya dalam megolah makanan yang berbahan dasar daging, sebut saja : Rendang, Dendeng Balado, ada juga namanya Gulai Baga, trus ada Sate padang. Semua makanan itu dibuat ibu saya untuk merayakan momen idul adha ini.

Selera makan saya makin hari makin bertambah, secara masakan yang disajikan enakkkk banget, itung itung sekalian perbaikkan gizi maklum anak kost makannya gak beraturan hehe. Hari pertama ibu saya menghidangkan Rendang, Sup Wortel, Longtong sayur dengan Gulai Nangka dan kacang panjang plus ayam cincang, Pempek ( ini saya bawa dari Palembang ),
Lalu dihari kedua ibu saya menghidangkan kembali Dendeng Balado, Gulai Baga, Sop Daging dan Sate Padang. wah. wah. wah.. baru 3 hari dirumah badan saya serasa naik… (semoga aja nggak)

Tetapi dihari kedua ini saya tidak bisa terus menuruti selera saya pasalnya saya mengalami panas dalam karena kebanyakan makan makanan pedas dihari pertama, saya merasa aneh dulu sebelum saya jadi anak kost rasanya tubuh ini anteng anteng aja kalau makan makanan pedas, namun sekarang serasa mudah goyah. Cepat sakitnya, badan juga serasa sakit sakit dan mata selalu mengantuk jika dihari siang. Hmm… saya merasa aneh,.. kira-kira kenapa ya..? ada yg tau gak?

Nah berikut visualisasi aja tentang makanan yang saya ceritakan diatas, sumber dapat diklik di label gambar, selamat menikmati ^_^ :

Tradisi Sungkeman hingga Ketupat Sayur di Hari Raya

Yups, Lebaran tinggal menghitung hari, puasa pun tinggal beberapa hari lagi… sebelum saya mudik besok, sebelum sms ucapan hari raya bertebaran..

“Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Nah berhubung dan berhubung hari lebaran sebentar lagi, kali ini saya mau cerita soal tradisi sungkeman dan makanan yang paling melegenda di saat hari raya, tidak lain itu adalah Ketupat Sayur.. mmm….. jadi gak sabar menunggu hari itu tiba.

Biasanya kalo hari lebaran, kita pasti tidak lepas dari tradisi yang namanya “Sungkeman”, sungkeman adalah tradisi saling maaf memafkan di dalam keluargam, biasanya kedua orang tua kita duduk di kursi secara bersanding.. lalu kita berlutut dihadapan kedua orangtua sambil menciumi tangan orang tua kita, seraya mengucapkan permohonan maaf atas segala perbuatan yang menyakitkan hati orang tua. Kalo dikeluarga saya tradisi ini sangat rutin dilakukan, mengingat dikeluarga kami sudah dipupuk sedari dulu untuk bisa saling memaafkan satu sama lain, terlebih lagi kepada orang tua sendiri..

Baisanya tradisi ini dilakukan setelah selesai menunaikan sholat hari raya idul fitri atau yang akrab disebut dengan “Sholat Ied”. Setelah tradisi sungkeman dilaksanakan biasnaya kami sekeluarga langsung pergi ke rumah nenek sebagai tempat persingahan paling pertama di hari lebaran. di hari pertama Lebaran memang kami sekeluarga memorsikan untuk keluarga sepenuhnya, jadi dari pagi hingga petang kami berkunjung kerumah-rumah sanak famili dan bersilaturahmi.

Nah dihari ke-2 biasanya keluarga kami baru menggelar yang namanya “Open House”, jadi seluruh keluarga pada datang mengunjungi kami, karena ibu saya adalah anak pertama dikeluarganya jadi adik-adik nya ibu saya pada datang kerumah. Mereka tidak akan pernah lupa ciri khas keluarga kami yang menyajikan Makanan yaitu “Ketupat Sayur”.. nah kalau dirumah kami menyebutnya “Lontong” secara saya keturunan dari daerah minang jadi sebutan itu la yang tepat untuk makanan yang satu ini.

Lontong atau Ketupat adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus sama daun kelapa berbentuk segiempat, jadi kalo dulu belajar matematika saya sudah sangat kenal dengan salah satu bentuk dasar yang satu ini. Bentuknya hampir mirip dengan jajar genjang tapi dia tidak miring, dia lurus dan terbentuk dari 4 sisi.. nah biasanya beras ditakar sedemikian rupa lalu dimasukkan kedalam wadah ketupat. lalu direbus hingga beras memenuhi wadah dan sedikit keras.

Ada 3 versi dari pembuatan lontong :

1. Lontong dari daun Kelapa,
2. Lontong dari daun pisang,
3. Lontong dari Kantong plastik.

Dari ketiga jenis lontong ini memiliki ciri khas rasa yang berbeda-beda, kalau lontong dari daun kelapa rasanya lebih gurih dibandingkan lontong versi lain, karena daun kelapa menjadikan beras lebih masak dengan matang, hal ini karena bentuk wadahnya yang masih menyisakan ruang-ruang udara, sehingga ketika direbus, air rebusan bebas masuk kedalam dan memasak beras hingga matang. Hasilnya biasanya lontong berwarna sedikit kecoklatan. Hal ini pula yang membuat keluarga kami tetap memrioritaskan lontong untuk hari raya adalah lontong dari daun kelapa.

Nah kalo lontong dari daun pisang, biasanya hasil lontong berwarna ke hijau-hijauan ini karena zat hijau daun pisang yang ikut terebus membuat beras yang tadinya putih menjadi sedikit hijau, biasanya lontong ini rasanya sedikit manis ketimbang dari versi yang lain, pada umumnya pengguna lontong ini adalah untuk campuran sate madura atau gado-gado. Bentuknya biasnya memanjang seperti Pempek lenjer namun dia berlapiskan daun pisang.

Dan yang terakhir Lontong plastik, lontong yang terbuat dari wadah kantong plastik , biasnya ibu saya sangat sulit sekali membuat lontong versi yang satu ini, karena sulit dalam penakaran beras dan kantong plastik yang sedikit bawel, ibusaya biasnaya menusuk-nusukan jarum di wadah pasltik tersebut agar air rebusan dapat masuk kedalam dan memasak berasnya. tapi hal ini tidak cukup optimal karena jika kebanyakan tusukannya maka akan menjadikan lontong lembek karena kebanyakan air..jadinya bukan lontong, malah jadinya bubur…

Nah sekian deh cerita saya soal sungkeman dan ketupat sayurnya…. sebelumnya saya ucapin lagi…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H..
Mohon Maaf Lahir dan Batin ..

Kue Lebaran, Variasi yang menggiurkan

Kira-kira sekitar 7 Hari lagi, umat islam diseluruh dunia akan merayakan yang namanya hari raya Idul Fitri.. mmm…. jadi gak sabar nunggu hari lebaran tiba…
Sebagai orang perantauan… saya pun tahun ini akan mudik ke kampung halaman saya di jambi, rencananya saya mudik sekitar hari minggu atau H-3, karena kantor saya baru libur tanggal 28 september 2008. Do’ain ya supaya saya masih kebagian tiket.. :D

Mengingat kebiasaan ketika seminggu sebelum lebaran dimulai, pastilah saya sangat kangen sekali dengan yang namanya acara masak kue dirumah.. dulunya saya terkadang suka membantu ibu dirumah yang sedang membuat kue lebaran… seperti biasa kue kastangel menjadi penghias meja tamu di hari raya lebaran.

Selain kastengel biasanya ibu saya suka menyediakan makanan lain, seperti dodol, kue sarang semut, bolu cokelat, dan beberapa makanan lainnya. Berhubung kastengel yang paling sering dibuat, terkadang ibu saya suka bingung pengen buat kastengel apa?

Kastengel adalah kue kering yang biasanya dibuat dari campuran mentega dan sedikit tepung, dicetak kecil-kecil dan diberi hiasan sejenis cokelat atau permen.. dan disajikan kedalam toples lalu diletakkan diatas meja tamu pada hari raya lebaran.

Kalo zaman dulu kastengel cuma sedikit variasinya, antara lain kastengel yang paling terkenal yaitu : putri salju, nastar, lidah kucing dan ada yang namanya kue satu atau kue bangkit. Namun sekarang kastengel banyak sekali variasinya.. bahkan bisnis kastengel pun sudah mulai dianut oleh beberapa kelompok industri rumah tangga.

Memang kalau zaman dulu bisnis ini belum begitu diminati, hal ini dilihat dari banyak nya warga yang pada umumnya membuat sendiri kastengel dirumah. Tetapi beberapa tahun belakangan ini kesibukan menjadi alasan utama untuk mengambil keputusan lebih baik membeli dari pada buat sendiri…?

Beberapa survei mengatakan, kalau membeli kastengel yang sudah jadi memang sedikit rugi, disamping harganya mahal, juga kue yang didapat cuma sedikit, dibandingkan orang yang membeli bahan dan membuatnya sendiri dirumah. Bisnis kastengel memang bisnis musiman, biasanya cuma ada pada sebulan sebelum hari besar keagamaan, bisnis ini memang sulit dilakukan. ..mengingat resiko kegagalannya cukup besar. antara lain harus mempunyai pelanggan yang sekiranya sudah mengetahui rasa dari kue yang kita buat, terlebih lagi proses produksi kue sangat vital karena dalam pelaksanaannya jika kue gosong kan gak bisa dijual lagi ?

Kastengel memang enak kalau dimakan berasama minuman seperti coca-cola, sprite, dan beberapa minuman kaleng lainnya.. tetapi menurut pengalaman saya.. pada umumnya orang sudah jarang menggunakan produk minuman bergas untuk hari raya, kebanyakan sudah beralih ke minuman kaleng lainnya seperti, cincau, teh krisan, sarang burung walet dan beberapa minuman lain seperti green tea.. mmm menurut saya itu jauh lebih baik…

Nah berikut variasi dari kastengel, mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anda yang sedang menyiapakan hidangan kue di hari raya tiba :)

( kue puteri salju)

( Lidah Kucing Chocochips )

( kastengel creamy)

(wafer cheese cookies)

(Butter Milk Biscuit)

foto-foto : sumber dari dapurkue.com
Selamat Menikmati ^_^

Bedug, Selalu bernyanyi dihari Raya

Bedug, yups pasti kita semua sudah kenal dengan alat yang satu ini, alat yang biasanya digunakan untuk menandakan bahwa waktu sholat sudah dimulai…. dan jika bulan puasa tiba, bedug magrib lah yang mejadi gerbang penentu apakah waktu buka puasa sudah tiba atau belum.

Bedug adalah alat yang berbentuk tabung terbuat dari kayu dimana alasnya menggunakan kulit sebagai sumber suara ketika dipukul. Kulit bedug biasanya diambil dari kulit sapi atau kambing yang berasal dari sisa hewan kurban ketika hari raya idul adha. 
Suatu masjid atau surau tidak lengkaplah jika tidak ada bedug, dimana bedug memiliki peranan sebagai pemanggil para muslim untuk sholat berjamaah di masjid.
Menurut beberapa sumber, sejarah bedug dulunya berasal dari negara China dan india, hal ini juga yang menjadikannya bedug menjadi salah satu bagian dari Masjid. seperti di China, korea dan jepang yang menempatkan bedug di kuil-kuil budha sebagai alat komunikasi ritual atau penanda kegiatan ritual.
Kebudayaan indonesia pun dulunya menggunakan alat yang satu ini,  bedug merupakan bagian dari instrumen musik tradisional yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dimana dulu digunakan sebagai kegiatan ritual keagamaan. Mungkin sedikit sama dengan alat musik gendang namun hanya ukuran yang memebedakan keduanya. 
Dikampung saya bedug tidak hanya digunakan untuk memanggil orang sholat, namun juga digunakan sebagai penanda jika ada pengumuman, seperti pengumuman warga yang meninggal dunia, acara posyandu dan penyemarak setelah sholat tarawih berakhir.
Selain itu jika malam menjelang hari raya tiba, biasanya warga dan anak-anak keliling kampung membawa obor dan menabuhkan beduk sambil melantunkan takbir, biasanya dikenal dengan kegiatan takbiran keliling kampung, hm… jadi ingat kampung halaman.
Saat sekarang tradisi menabuh bedug masih dilaksanakan bahkan sering juga diadakannya festival menabuh bedug oleh beberap perusahaan roko di indonesia. Hal ini sangat postitif guna meningkatkan kreatifitas remaja indonesia akan indahnya suara bedug dan juga turut melestarikan tradisi yang sudah ada sejak dulu.
Banyak cerita yang berkaitan dengan bedug, seperti mitos yang mengatakan berhati-hatilah jika tidur pulas dimasjid, biasanya sering terjadi hal aneh seperti yang tadinya tidur di lantai tiba-tiba berpindah posisi tidur di dalam bedug, katanya yang memindahkan adalah jin penunggu masjid. Hm…. mungkin jin itu bermaksud mengingatkan kita untuk tidak tidur ketika waktu sholat tiba..hmm… serem juga ya.